Sebenarnya ga pernah kepikiran untuk upgrade BlackBerry Messenger alias BBM sampai kemudian aku harus berbagi file bajakan. Setelah upgrade dan bisa berbagi file bajakan kemudian aku menyesal. BBM versi terbaru (versi 6.0) ternyata, menurut ku, ada kekurangan yang buat aku sangat penting. Aku tidak bisa menyelipkan ruang kosong diantara paragraf ketika ingin mengomentari foto. Entah karena aku yang tidak bisa menyetel ulang atau memang BBM versi tersebut tidak bisa melakukan hal tersebut? Yang pasti aku ingin BBM versi lama ku kembali.
Setelah berseluncur cukup lama di dunia maya, kesana dan kesini, dan ternyata susah banget, silahkan coba sendiri. Akhirnya aku menemukan file yang aku butuhkan di salah satu situs lokal.
Tapi kesulitan tidak hanya sampai disitu. Beberapa file tidak bisa di instal ke BlackBerry ku. Beberapa file ternyata sudah terlal lama dan bahkan lebih baru dari yang aku inginkan. Dari semua file yang aku download dan aku coba, ada tiga buah file BBM 5.0 yang menurutku terbaik dan tentunya yang terpentig suskses instal.
Bagi yang membutuhkan BlackBerry Messenger versi 5.0 silahkan download di sini.
Beginilah seharusnya sebuah agama disampaikan. Alih-alih agama menjadi media kasih sayang dan kedamaian, yang terjadi malah menjadi sarana untuk melegalisasi kekerasan, pembunuhan bahkan pembantaian.
Pagi tadi, sambil menawarkan barang dagangan ku, televisi kebetulan pada saluran AXN yang sedang menayangkan acara Caugh On Tape. Acara yang menampilkan kumpulan kejadian-kejadian luar biasa yang terekam kamera. Dan salah satunya yang menjadi bahasan utama adalah sebuah perampokan di sebuah minimarket di Long Island, Amerika Serikat.
Mohammed Sohail, pemilik mini market tengah menjalani kegiatan hariannya. Ia menjaga toko kecilnya dan membaca koran seperti hari-hari biasa. Hanya saja hari tersebut adalah hari yang akan membuatnya menjadi selebriti nasional di Amerika.
Belum sempat menyelesaikan halaman pertama koran yang dibacanya, Tiba-tiba seorang perampok bertubuh besar memasuki tokonya dengan sebuah tongkat pemukul Baseball. Ia berteriak agar Sohail menyerahkan uang yang dimintanya.
Tapi Sohail bukanlah pria penakut. Ia segera menundukkan kepalanya dan mengambil senjata yang disimpan di bawah meja untuk perlindungan jika hal seperti ini terjadi. Ia langsung menodongkan Shotgun ke arah si perampok. Ia menyadari sekali bahwa senjata tersebut tidak berisi peluru karena memang tidak pernah ia isi. Ia belum pernah menggunakannya. Tapi, demi keselamatan ia berlagak bahwa senjata tersebut telah terisi dengan peluru yang siap dimuntahkan.
Dibawah ini adalah kutipan dari WCBS-TV.
"Dia berteriak, 'Serahkan uang kamu!", lalu aku berkata lagi, 'Tunggu dulu. Turunkan senjata kamu dan berlutut di lantai!" Kata Muhammad Sohail.
Mendadak perampok tersebut berlutut ketakutan diatas lantai, berbicara dengan gagap sambil menangis.
"Dia memohon dan menangis, 'Ampuni aku. Aku tidak punya uang, tidak punya makanan, dan tidak punya pekerjaan. Keluarga ku kelaparan.' Dia benar-benar menangis, 'Jangan lapor polisi'"
Cerita pun berlanjut. Sohail terperanjat, kebesaran jiwa dan kepengasihannya tergugah, alih-alih menembak atau menghukum atau melaporkan si perampok kepolisi, Sohail mengambil USD 40 dari mesin kas dan melemparkan pada perampok yang masih berlutut. Sohail meminta si perampok untuk tidak lagi merampok dan segera pergi dari tokonya.
Si perampok bukannya langsung pergi, ia malah mengutarakan keinginannya menjadi seorang muslim seperti Sohail. Untuk beberapa saat Sohail tertegun dan meminta si perampok mengangkat tangannya lalu mengucapkan sumpah. Sumpah seorang muslim, Syahadat.
Setelah mengucapkan sumpahnya Sohail menjabat tangan siperampok dengan erat dan ia memanggil si perampok dengan sebutan saudara. Ia meminta si perampok yang kini menjadi saudara barunya untuk menunggu sebentar. Ia ingin memberikan saudara barunya tersebut susu dan roti dari tokonya. Sohail berbalik hendak megambil susu dan roti, tapi saudara barunya telah pergi.
Setelah berita ini disiarkan secara nasional. Sohail menjadi selebriti Amerika yang terkenal dengan kebesaran dan keagungan jiwanya. Koran-koran dan media masa lainnya meliput dan menyiarkan ulang rekaman kejadian tersebut.
Tak berapa lama kemudian jawaban dari pertanyaan negatif tersebut terpecahkan. Si perampok mengirim sepucuk surat dan uang USD 50 (kelebihan USD 10 dari yang diberikan Sohail).
Didalam suratnya ia berkata:
Now I have a new child and good job make good money staying out of trouble and taking care of my family. You gave me forty dollars thank you for sparing my life Because of that you change my life.
Sohail beserta uang dan surat dari saudara barunya.
Sohail berceloteh di acara TV tersebut:
When you do good things for somebody, it comes back to you. I gave him $40 and he sent me back $50. It was a good investment.
Beberapa tahun kemudian, tanggal 20 Agustus 2010, Sohail si Pemaaf meninggal dunia dirumah sakit. Para tetangga menyebutkan bahwa Sohail mengalami sesak nafas dang langsung dilarikan kerumah sakit. Ia meninggal di Stony Brook Medical Center.
Pesan moral yang aku ambil.
Tak ada satu literatur pun yang menyebutkan Muhammed Sohail seorang petinggi agama Islam. Ia bukan seorang kiyai, bukan pula seorang ustad, dan bahkan bukan seorang penceramah alias juru dakwah. Tapi Sohail berdakwah melalui tindakannya. Tindakannya yang benar-benar mencerminkan Islam.
Islam yang damai. Sohail tidak menembak si perampok dan menyelesaikan masalah tersebut dengan jabatan tangan.
Islam yang pemaaf. Sohail memafkan niat buruk si Perampok.
Islam yang pengasih. Sohail memberikan uang dan berniat memberikan susu dan roti.
Islam yang membawa rahmat bagi alam semesta. Sohail telah memberikan bukti yang telah mengubah jalan hidup si perampok. Sohail menjadi rahmat bagi si Perampok.
Sohail didepan tokonya.
Sohail dalam New York Post.
Semoga kisah ini bisa jadi pelajaran buat aku pada khususnya dan juga kalian-kalian yang tergabung dalam gangster-gangster yang mengatas namakan Islam yang katanya memperjuangkan Islam sebagai Rahmat bagi semesta alam. Gangster-gangster agama yang melegitimasi kekerasan dan melegalisasi pembunuhan bahkan pembantaian.
Dibawah ini adalah beberapa tayangan berita yang menceritakan kisah Sohail. Bagi yang tidak bisa menyaksikan lewat blog ini, bisa langsung ke: Link 1, Link 2, Link 3.
Anaknya bercerita bahwa dari dulu cita-cita ayahnya hanya satu, ia ingin menjadi orang baik.
"Partout ou vous voyez une legende, vous pouvez etre sur, en allant au fond des choses, que vous trouverez une histoire."
"Kapan pun kau menemukan sebuah legenda, yakinlah! Jika kau mendalaminya sampai kedasarnya, kau akan menemukan sebuah sejarah."
(Vallet de Viriville)
Terlepas dari kontroversi mengenai fakta atau fiktif-nya tokoh agung satu ini. Pope Joan begitu mengambil tempat yang khusus di hati ku. Donna Woolfolk Cross menghidupkan kembali legenda sejarah ini dengan begitu cantik. Alur cerita yang begitu indah dan landai dengan beberapa hentakan mengejutkan disetiap halamannya akan membuat rasa penasaran disetiap paragrafnya.
Donna Woolfolk Cross adalah seorang sarjana bahasa Inggris lulusan dari University of Pennsylvania pada tahun 1969 dengan predikat Cum Laude, Phi Beta Kappa. Ia pindah ke London dan kemudian bekerja sebagai asisten editor disebuah penerdibat di Fleet Street. Sekembalinya ke AS, ia melanjutkan kuliahnya di UCLA dan mendapat gelar Master di bidang Sastra dan Penulisan pada tahun 1972.
Pope Joan adalah novel yang ditulisnya setelah melakukan penelitian dengan begitu detail selama lebih dari 7 tahun.
Kutipan diatas sepertinya cukup untuk menjadi acuan para pembaca bahwa Pope Joan bukanlah novel biasa.
Sinopsis:
Selama 1.200 tahun, keberadaannya diingkari. Itulah Paus Joan, perempuan yang menyamar menjadi seorang laki-laki dan berhasil memegang tampuk tertinggi kekristenan selama dua tahun. Novel yang menyentuh ini menghidupkan kembali legenda itu dengan potret seorang perempuan yang takkan terlupakan, yang berjuang menerjang segala penghalang dan hambatan yang tidak dapat diterima oleh jiwanya.
Ketika kakak laki-lakinya meninggal dalam sebuah serbuan bangsa Viking, Joan muda yang brilian itu mengggunakan identitas sang kakak dan masuk ke pertapaan Benediktin. Di situlah, sebagai Bruder John Anglicus, ia membuat dirinya dikenal luas sebagai seorang akademisi dan tabib.
Ketika akhirnya sampai di Roma, ia segera terperangkap di dalam gelegak gairah dan kehidupan politik berbahaya yang mengancam hidupnya sekaligus juga mengangkatnya ke posisi tertinggi di dunia Barat.
Kata-kata iseng yang lagi-lagi memiliki makna yang luar biasa. Sebuah kata-kata pendek dari kearifan lokal warisan leluhurku di tanah Yogyakarta tercinta. Yogyakarta, tanah air ku, tumpah darah ku.
Ojo rumongso iso, yang jika diartikan secara bebas berarti, jangan merasa bisa. Sebuah kata-kata pendek yang menurut ku sangat luar biasa. Kata-kata yang begitu menanamkan pendidikan agar manusia tidak sombong dengan apa yang dimilikinya, tidak merasa paling pintar dengan ilmu pengetahuannya, tidak merasa paling benar dengan penafsirannya, tidak merasa paling suci dengan agamanya, dan tidak merasa yang paling "ter" diantara lainnya.
Ning iso rumongso, artinya, tapi bisa merasa. Inilah yang semakin hilang -- kalau tidak dihilangkan secara sistematis -- dari kebudayaan kita yang sebenarnya memiliki sifat asli iso romongso alias bisa merasa atau tenggang rasa.
Almarhum kakek ku tercinta begitu menanamkan pengertian iso rumongso ini pada ku. Dimana iso rumongso adalah untuk selalu memandang sebuah masalah tidak hanya dari sudut pandang kita. Berusahalan untuk memandang masalah dari sudut pandang orang lain atau bahkan lebih baik jika dari banyak orang dan dari banyak golongan yang berbeda. Hal yang sudah mulai memudar dari darah kita bahkan beberapa dari kita berusaha untuk menghilangkan iso rumongso tersebut.
Lihat saja yang terjadi saat ini ketika rumongso iso jadi hal yang paling banyak dianut daripada iso rumongso. Betapa beberapa kalangan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tidak lagi peduli dengan keadaan sosial budaya. Merasa bisa, merasa benar, sedangkan yang lainnya sesat dan salah. Rumongso iso inilah yang mengakibatkan saling hujat, saling mengkafirkan, saling membenci. Ditambah ketidak mampuan iso rumongso, maka kekerasan bahkan pembantaian sadir pun dianggap lumrah. Tidak terkecuali pembantaian biadab yang mengatas namakan agama.
Semoga aku termasuk orang-orang yang belajar untuk menjadi orang yang iso rumongso. Amin.
Memandang positif atas segala sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah hal yang sangat baik. Tidak peduli sebaik apapun atau bahkan seburuk apapun, jika kita bisa selalu mengambil sisi positif dari kejadian tersebut maka hidup pun serasa lapang. Tapi ketika selalu mengambil dan mencari bahkan berusaha menggali sisi negatif dari pihak lain, inilah yang mengkerdilkan menusia yang sebenarnya diciptakan untuk menjadi agung oleh Yang Maha agung. Anehnya, hal ini terjadi di kalangan orang-orang yang menampakkan dirinya sebagai sosok yang mengerti agama.
Almarhum Mr.Zainuddin MZ pernah berkata bahwa jika terjadi musibah, maka musibah itu terbagi kedalam tiga golongan. Golongan pertama adalah musibah yang merupakan cobaan, golongan kedua adalah musibah yang berupa peringatan, dan yang ketiga adalah musibah yang merupakan hukuman. Beliau meminta kita semua untuk meneliti dan mempelajari berada digolongan manakah diri kita saat musibah itu terjadi. Tapi ternyata, beberapa dari kita lebih senang meneliti dan mempelajari orang lain.
Temanku yang memiliki tongkrongan sebagai orang yang mengerti ilmu agama ternyata memiliki hati yang sadis tanpa perasaan sama sekali. Ketika gempa menimpa kampung halaman ku, sama sekali ia tidak menampakkan rasa simpati. Sebaliknya, dia malah bersyukurdan bergembira atas kejadian buruk yang menimpa kampung halaman ku. Dilain sisi, kampung halamannya yang pernah hancur akibat Tsunami dan bahkan tadi pagi kembali diterjang gempa, sama sekali tidak menjadi bahan pemikirannya.
Mudah-mudahan gempa kali ini tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian apapun bagi saudara-saudara ku di aceh sana. Amin.
Sangat tidak masuk akal -- tanpa mengindahkan apapun juga agama yang dianutnya -- seseorang yang sering memberikan ceramah agama yang seharusnya semakin dekat dengan Tuhan malah memiliki sifat yang semakin bengis dan sadis. Tuhan adalah Maha Suci, semakin dekat kepada Tuhan seharusnya memiliki pemikiran, tingkah laku, dan ucapan yang semakin bersih dan suci. Tapi sayangnya saat ini yang terjadi adalah kebalikannya. Orang atau golongan yang penuh kebencian terhadap orang atau golongan lain, cenderung dikatakan sebagai orang yang beriman.
Begitu besar kebenciannya sampai-sampai bersyukurdan bergembira atas sebuah musibah yang menimpa suatu kaum atau suatu daerah yang sama sekali tidak memeranginya. Tidakkah ia mengerti bahwa tempat ibadahnya dapat tumbuh tanpa gangguan sama sekali dikampung halaman ku. Saudara-saudaranya yang juga saudara-saudara ku dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan sama sekali di tanah tempat nenek moyang ku dilahirkan. Bersyukur atas musibah yang menimpa kampung halaman ku adalah bersyukur atas musibah yang menimpa saudara-saudara seimannya sendiri.
Tapi, InsyaALLAH tidak akan menjadi masalah. Kami pernah luluh lantak atas pemalas yang menghancurkan sistem sosial kami dengan bom bunuh dirinya. Kami memang bisa terluka, tapi kami tidak bisa hancur.
"Matches! Please buy matches!" A little gir was selling matches in the street. Oh dear, she is barefooted in this howling blizzard. "Matches! Please buy matches!" But no one ever gave her a look.
"Oh, it's so cold." She was pelted with snow. Her feet frozen. And she was so hungry because she didn't eat anything at all.
From door to door, there were bright light and delight singing. Everyone was busy preparing New Year's parties.
Suddenly the little girl smelt something delicious. She saw into the house through the window. The family was sitting around the fire and eating delicious foods. "How happy they are." The little girl took a gulp.
She squatted on her hams in the corner and lit a match.
"I should warm my hands with the match." It blazzed with a bright flame. Oh, she saw a large iron stove through the flame."Ah, it's warm." The little girl stretched out her cold feet to warm them. But as soon as the flame went out, the warm stove vanished together. She had only remains of burnt-out match in her hand.
She lit another match.
This time she saw a huge room through the flame. There was an appetizing goose on the large table, smelling good and delicious.
"How delicious it is!" I wish i had a bit of it!"
Suddenly a goose hooped down from the dish and walked toward the girl. Wadle, wadle. Come closer, a little closer. Then the light went out. The goose, the splendid room also vanished.
She lit a matchagain.
Now there she saw a shinning Christmas tree. The beautiful dolls were dangling from the tree.
"Wow, they really pretty." But the match went out again. The the light of the christmast tree were floating. They raised sky high, and became stars. It was a momment that the star fell down with a long trail of fire.
"A star is falling. Someone is just dead." She remembered a story from her old grandmother. "A star is going down. When it falls, Someone is dead and its soul ascends to God."
The little girl missed her grandmother so much, for she was the only person who had loved her in the world. "Oh, i miss you grandmother!"
She lit a match quickly.
In the lustre there stood the grandmother with smile. But the light was ready to go out soon.
"Oh, take me with you grandmother." She took out the whole bundle of matches and fired them all. The grandmother in the light took the little girl on her arm. And then both flew in the sky slowly.
The next morning, people gathered in the corner, exchanging whispers. "Good Lord! How pity. She wanted to warm herself with the match."
The little girl was stiff and stark, but there was a smile in her mouth.